This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 05 September 2016

Tidak logika | Arya Gusti Samudra



Tidak logika
Oleh : Arya Gusti Samudra
Hujan membasahi dataran gersang
Menimba berbagai kemungkinan tersirat
Ilahi menghempas butiran pengetahuan fana
Memakam logis jauh permukaan atfosfir
Hmmm mau ataupun tidak
Kecanggihan global takan mampu sandingan otak

Minggu, 04 September 2016

Nikmatnya Cinta | Arya Gusti Samudra



Nikmatnya Cinta
Oleh : Arya Gusti Samudra
Malam ini ku berdangsa dengan cinta-nya
Cintak entah kapan berlabuh di pelabuhan jiwa
Menari bersama jiwa kesepian
Menari elok nan menawa
Ditengah tengah My Heart Will Go On
Sebagai instrumen pengiring pesta malam rembulan
Malam yang takan pernah terlupakan
Dari malam penuh dengan arti cinta

Jumat, 02 September 2016

Astanah Amasitarasu | Arya Gusti Samudra



Astanah Amasitarasu
Oleh : Arya Gusti Samudra
Bandu terenyah hempasan atsmofir
Tunas bermunculan menjulang angkasa
Menutupi dedaunan malihat lautan
Hambar kecapan lidah tanpa sambal
Rimbunan semut berkrumul tanpa akar menjerat

Lelah ruang terisi kepalsuan
 Datang pergi tanpa kepastian
Bosan wadah ini menjadi pelabuhan mereka
Yang bermimpi menjadi kenyataan

Tak usah menghembuskan
Kristal kristal air pemadam, Api suci yang berkobar tinggi
Menghancurkannya dalam liang lahat
Berpangku tangan memalingkan, Muka tanpa rasa ibah

Enyahlah mimpi buruk
Tertimbun kubangan lara  

Kau sudah terlalu banyak, Mengukir pisau halusmu
Dalam api amasitarasu

Jumat, 19 Agustus 2016

Bidadari-Ku | Arya Gusti Samudra | Poenya Puisi



Bidadari-Ku
Karya : Arya Gusti Samudra
Seputih salju selembut sutra
Kenyamanan kasih hangat belaianya
Tipis lantunan sauara merdunya
Bergelombang mahkota kehormatanya
Kesucian astanah tak terjamak
tersimpan dalam kerormatan kayangan
 Bagi harta berharga firdausnya kelak

Intan permata harta ternilai dunia
Sampah momok mengerikan kehidupan
Ceriah embun pagi himalaya
Isap tangis kubangan virus nular

Tudung raksasa tak berpengaruh
Bersikap liar ala kelinci berbulu putih
Menghapus segala realitas ikatan sakral

Minggu, 07 Agustus 2016

Benci | Arya Gusti Samudra |



Benci
karya:Arya Gusti Samudra
Kapan, kranda menjemputku
Penak hati ini tertimbun lubang hitam
Perih nanah ini tertabur garam dapur
Iri raga ini pada mata bercucuran fatamorgana
Diam asu diam jangan meng gong gong dirimbunya malam
Biorgrafi getir banyak merancang pondasinya
Jangan salahkan dia, diam kau
Yang hanya diam termenung berpangku tangan
Silahakan penggal
Cincang cincang
Jikalau dapat melepas borgol, ditangan ini
Aku tak butuh kau
Juga dirimu
Aku tak takut ataupun gentar
Sukma telah lama fakum
Aku hanyalah astanah dalam lubang hitam tak terjangkau