Selasa, 10 Mei 2016

Kisah Sepasang Sejoli | Anjaz Punya Syair

 seuntai benang merah yang terkait rapih, menghubungkan dua sejoli yang sedang dimabuk asmara dinegeri yang ditumbuh bunga. Yang dibawa oleh dewa wisnu, setelah melalui 4 serangkai yang dihitung dalam hitungan sasi. Akhirnya benang merah yang dirajut rapih, oleh dua sejoli itu pun kandas. karna benang yang mereka kira dan mereka rajut akan kuat sampe akhir hayatnya ternyata kandas diumur yang baru sebesar biji kopi luwak.

 duhai belahan jiwaku kini didepan langit yang begitu cantik dan mempesonanya kita bersumpah jikalau kita memang ditakdirkan untuk bersama didunia ini waloupun badai menerjang dengan dasyatnya,jikalou kita memang ditakdirkan bersama niscaya hal itu tak mungkin bisa memisahkan dua burung yang saling memadu kasih tapi bila memang kata tak ditakdirkan bersama sekauat apapun dan sekokoh apapun pondasi cinta kita pasti akan hancur juga.

  wahai belahan jiwaku jikalu memang kita berjodh mari kita lalui hari hari kita dengan kasih sayang yang begitu manisnya dan kita lalui dengan rasa bersyukur kepada zat yang mengizinkan kita bersama didibawa naungan ashadualahilahailalohwashadualamuhamdanrosululoh dan kita senantiasa saling mengingatkan apabila salah satu dari kita memiliki kesalahan karna hati setiap insan permata tiada yang tau melainkan dirinya dan tuhan yang maha esa.

 Dan jikalou memang kita tak ditakdirkan bersama dalam hasrat jiwa dan raga kita apa hal yang kita harus lakukan jikalau memang itu hasil akhir yang harus kita terima tidak usah menangis tidak usah merajuk tidak usah menyalakan siapapun atas takdir yang telah tersusun rapi didalam kibat perjalanan makluk hidup mungkin tuhan telah memiliki jalan lain yang lebih baik untuk kita dan jagalah dirimu baik baik karna kini aku sudah tidak ada disampingmu lagi dan kini kau yang harus memilih jalanmu sendiri jangan pernah salah mimilih karna takdir ditangan tuhan tapi kita juga dapat merusak takdir yang tersusun rapi dengan jalan yang kita pilih.


1 komentar: