Sebuah lukisan zaman
dahulu teerulang kembali dizaman begitu modern ini akan selalu abadi didalam
lubuk hati,sebuah persembahan dari masa dinasti islami yang membuat siapa saja
melihatnya dan meresakannya sangat gembira karna disitulah semuanya harus merasakan
kebahagiaan.Bahwkan makluk terkecilpun seperti pelangton merasakan kebahagiaan
ini
Semuan makluk
didunia ii bersorak bergembira ketika tiba dimana sebuah perdamaan datang
dibulan penuh dengan seribu kali persembahan,dan seribukali keajaiban bahwa
siapa saja memohon dan berusaha dibulan ini niscaya permohonannya terlaksana,bahkan
setiap makluk berlomba lomba dibulan ini dengan melakukan perintahnnya masing
mereka senang menjalalninya karna perintahnya begitu indah dan sangatlah
menenangnkan jiwa .
Dibulan yang lebih
baik dari pada seribu bulan dihari hari biyasanya sunggu anggung bulan ini
sungguh menjadi kehormatan bagiku dapat melihat bulan ini dan belum tentu bulan
akan datang nanti aku dapat melihatnya puji syukur ku utarakan kehadiratmu yang
masih sudih memberikan waktu kepadaku makluk hinamu takan ku sia siakan waktu
ini.
Tapi masih saja ada
sebagian makluknya masih melalaiakan bulan ini dan masih asik dalam gemilang
materi semata bukankan mereka sadar ,materi itu adalah titipannya harusnya
mereka tahu akan hal tersebut tapi mereka sengaja menutup telinga dan
memalingkah wajahnya dengan sombomnganya tapi ketika semua itu diambil maka
mereka akan menangis bahkan menyalakahnnya apa mereka tidakalah sadar
sebenrnarnya siapa yang salah
Ketahuilah wahai
makluknya kau adalah makluk hina dan kotor seharunya kau tahu janganlah sombong
akan semua materi ditanganmu apalagi kau sengaja menyombongkan kepadanya apakah
kau tidaklah takut sediktpun akan
kekuasaanya dia memberimu semua itu apa dia tidak bisa mengambilnya kembali
janganlah kau bilang dia tidak adil atau sebagainya ketahuilah bercerminlah
pada selokan rumahmu siapa dia siapa kau.
Mengapa ada saja
mkaluknya masih lalai kan perintahnya bukankah sudah tertulis jelas dikitab
umatnya bukankan sudah diberitahukan
bahwa siapa saja melalaikan perintahnya maka mereka akan sengsara bahkan
binasah dengan cara teragis bahkan cacing tanah tak sudih memakanmu kelah
dialam kubur berfikirlah wahai makluk kesayanganya kaulah makluk khalifahnya
tersanunglah terhormatlah dirimu dan janganlah sombong akan semua itu pimpinahlah
zamanmu menjadi zaman penuh dengan barokah dan sambutlah bulan penuh dengan
keindahan dunia dan akhirat







0 komentar:
Posting Komentar