Sebuah kenangan
mengajarknku arti semua kehidupan didunia ini,rasa sakit menancap dalam kealam
kecilku,membekas meninggalkan lubang besar dilubuk hatiku.semua kenangan manis
ketika bulan matahari mengelilingi bumi sirna seketika didepan mata ini.seribu kata
tak dapat mencerminkan setiap tusukan dari besi lapuk.sungguh naifnya diri ini
melihat semua hal hal semu,menyilaukan mata itu.
Ketika seekor
burung finik terbang dengan gagah perkasah meliuk liuk setiap hambatan.tanpa
rasa takut sedikitpun terbang dengan gembiranya mengetahui hal didepannya yang
begitu semu,menyilaukan pandangannya.sampai kepada pertengahan diriku tau
diriku tidaklah layak bersanding dengannya,bukan karna diriku itu hina atau
menjijihkan.tetapi diriku sangatlah spesial dimatanya.
Bukan kah diriku ini
begitu sombong sampai membuat seekor katak tertawa dengan gembiranya.akan
tetepi semua itu memanglah sebuah fakta besar,rasa beryukur ku utarakan kepada
malaikat yang menjagaku dan merewatku hingga ku tumbuh menjadi seekor makluk
spesial dialam fana.
Ku takan pernah
malu dan menyesal menjadi anak miskin dunia.karna dibelkangku seribu
pertumpahan darah dan fenomenal alam terjadi hanya untuk membuatku berada pada
titik ini.silahkan caci,silahkan hina,silahkan usir diriku.seribu hinaan darimu
kan ku jadikan seribu energi untuk mencapai semua ambisi ku.ku utarakan rasa
syukur diriku yang telah menjadikan diri
ku ini makluk spesialmu.














