Ketika sebuah meriam terhempas deruh ombak,ketika semuanya terdiam membatu, ketika tidak ada lagi kesempatan kedua,ketika itu semuanya telah menjadi sebuah kenangan.jikalau itu semua terjadi apalah daya ku,haruskah aku diam,haruskah aku membiarkanya terjadi acuh tak acuh.jikalau kendak tuhan bisa diubah,jikalau semuanya ku ketahui,maka semua itu pasti bisa ku cegah.Tapi tuhan berkata lain.semua yang telah terjadi takan bisa terubah waloupun ku taruhkan nyawaku sebagai penggantinya.
Kini kujalani seribu kenangan disaat itu semua belum terjadi.sunggu membuat jiwa ini merintih kesakitan,karna sebagai sang kesatria adam ku tak bisa berbuat apa apa,ku hanya diam berdiri melihat semua itu terjadi.apakah salahku,apakah yang harus ku lakukan tuhan disaat itu semua terjadi.haruskah ku lawan seribu hujatan darimu,haruskah ku lawan kehendak mu tuhan.Apa mungkin itu bisa sedikit merubah semuanya atau itu hanya sia sia tak berarti sedikitpun dihadapanmu.
Dan jikalau semuanya memang terjadi tanpa bisa dibendung ataoupun dilawan,maka akan ku terima dengan lapang dada dan menerimanya dengan iklas karna waktu yang sudah terukir tak mungkin diubah tapi waktu yang telah terukir bisa kita perbaiki menjadi lebih baik.
Ketika datang burung ababil utusan sang raja alam semesta,berbicara padaku janganlah sia siakan detik demi detikmu maka kau akan menjadi manusia paling bahagia didunia ini,tapi jika kamu menyiakan waktumu waloupun itu hanya 1 detik maka niscaya kamu akan menyesal seribu tahun dalam renungan emosi jiwa.
Dan jikalau semuanya memang terjadi tanpa bisa dibendung ataoupun dilawan,maka akan ku terima dengan lapang dada dan menerimanya dengan iklas karna waktu yang sudah terukir tak mungkin diubah tapi waktu yang telah terukir bisa kita perbaiki menjadi lebih baik.
Ketika datang burung ababil utusan sang raja alam semesta,berbicara padaku janganlah sia siakan detik demi detikmu maka kau akan menjadi manusia paling bahagia didunia ini,tapi jika kamu menyiakan waktumu waloupun itu hanya 1 detik maka niscaya kamu akan menyesal seribu tahun dalam renungan emosi jiwa.







0 komentar:
Posting Komentar