Senin, 02 Mei 2016

Sacrifices And Waiting


  Seribu Lautan Ku susuri demi menjangkau dirimu bulan purnama terus menemaniku disetiap malamnya dan teriknya matahari membakar setiap kulitku badan ini mulai terasa pada batas kemampuanya mungkin kini hanya menunggu detik detik terakhir tubuhku bertahan menghadapi gejolak rintangan yang menatap tajam kearah diriku yang begitu sadis tapi semua itu tiada artinya jika engkau tak pernah memandang ataoupun menengok kepada ku sampe berapa tahun sampe berapa lama dirimu terus berhati batu apakah tiada sedikitpun dari bagian tubuhmu yang mengerti arti dari sebuah penantian dan keseriusan dariku apa benar semua kata yang dikatakan burung belibis tentang dirimu itu.
  Semoga semua perkataan burung belibis itu kepada ku bohong aku selalu nyakin pada dirimu dan aku yakin pada kehendak langit jika salah satu dari tubuhmu mengerti arti dari semua rasa didalam jiwa ini dan semoga kamu mengerti akan semua itu sebelum malaikat maut menjemput diriku karna jikalau itu terjadi semuanya sudah terlambat.
 Jikalau memang dirimu tidak mengerti sampe malaikat maut menjemput diriku maka akan ku utus burung dari surga untuk mengantarkan sebingkai surat dan setangkai bunga surga untukmu agar kau tau semuanya dan aku tidak menyesal jika itu memang harus terjadi karna diriku baru merasakan apa itu yang dinamakan sebuah rasa yang membuat diriku tak bisa berbuat apapun selain melihat dirimu dari kejahuhan.
  setiap malam ku ukir sebait cerita yang ku tempel dilangit yang berhiaskan beribu bintang yang begitu cantik nan menawan agar dirimu tau semua isi rasa dalam jiwa ini biar setelah ku tiada kau terus melihatnya disetiap malam malam yang bertaburkan bintang dilangit nusantara





0 komentar:

Posting Komentar